Bupati Tana Toraja Apresiasi Seminar dan Konsultasi Publik Ketahanan Keluarga Kristen
TANA TORAJA โ MAKALE, Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A mengapresiasi pelaksanaan Seminar dan Konsultasi Publik Ketahanan Keluarga Kristen bertajuk โMembangun Keluarga Kristen yang Tangguh, Sehat dan Misioner di Tengah Perubahan Zamanโ, yang digelar di Gedung Tammuan Mali, Makale, Kamis (3/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah yang luar biasa, inspiratif dan menjadi inovasi yang penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Bupati menyoroti sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, salah satunya kasus perceraian. Sejak Januari hingga September 2026, tercatat sekitar 200 pasangan menjalani proses perceraian melalui pengadilan, belum termasuk persoalan perceraian atau perpisahan yang terjadi di luar pengadilan.
Selain itu, persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian, yang dalam berbagai kasus berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis dan tidak sejahtera.
Menurut Bupati, saat ini masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan emosional yang kuat.
โKetiga hal tersebut merupakan pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun generasi yang tangguh,โ ujar Bupati.
Bupati juga mengingatkan para figur publik, baik pendeta, rohaniawan, pejabat publik, artis maupun tokoh masyarakat lainnya, agar senantiasa memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga, gereja dan masyarakat dalam membentuk generasi sesuai harapan. Namun, tantangan perubahan zaman membutuhkan perhatian dan kerja sama yang semakin kuat dari seluruh pihak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi Tana Toraja yang tangguh, sehat, cerdas dan memiliki karakter yang kuat. (mis)
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah yang luar biasa, inspiratif dan menjadi inovasi yang penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Bupati menyoroti sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, salah satunya kasus perceraian. Sejak Januari hingga September 2026, tercatat sekitar 200 pasangan menjalani proses perceraian melalui pengadilan, belum termasuk persoalan perceraian atau perpisahan yang terjadi di luar pengadilan.
Selain itu, persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian, yang dalam berbagai kasus berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis dan tidak sejahtera.
Menurut Bupati, saat ini masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan emosional yang kuat.
โKetiga hal tersebut merupakan pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun generasi yang tangguh,โ ujar Bupati.
Bupati juga mengingatkan para figur publik, baik pendeta, rohaniawan, pejabat publik, artis maupun tokoh masyarakat lainnya, agar senantiasa memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga, gereja dan masyarakat dalam membentuk generasi sesuai harapan. Namun, tantangan perubahan zaman membutuhkan perhatian dan kerja sama yang semakin kuat dari seluruh pihak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi Tana Toraja yang tangguh, sehat, cerdas dan memiliki karakter yang kuat. (mis)