Bupati Hadiri Dan Buka Coanching Clinic Penyusunan RAD Pencegahan Anak Tidak Sekolah
TANA TORAJA-MAKALE, Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bappelitbangda Kabupaten Tana Toraja, Kamis (8/5/25).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 421/4525/BAPPEITBANGDA tanggal 28 April 2025, dan bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada para pemangku kepentingan daerah dalam menyusun RAD sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka anak yang tidak mengenyam pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Tana Toraja menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menangani isu pendidikan, khususnya dalam mencegah anak putus sekolah.
βAnak-anak adalah masa depan Tana Toraja. Kita semua harus mengambil peran untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam akses terhadap pendidikan,β ujar beliau.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perwakilan dari perangkat daerah terkait, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pendidikan dan perlindungan anak. Melalui coaching clinic ini, diharapkan terbentuk rencana aksi yang komprehensif dan aplikatif guna memastikan setiap anak di Tana Toraja memperoleh hak pendidikannya secara layak. (tim IKP)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 421/4525/BAPPEITBANGDA tanggal 28 April 2025, dan bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada para pemangku kepentingan daerah dalam menyusun RAD sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka anak yang tidak mengenyam pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Tana Toraja menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menangani isu pendidikan, khususnya dalam mencegah anak putus sekolah.
βAnak-anak adalah masa depan Tana Toraja. Kita semua harus mengambil peran untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam akses terhadap pendidikan,β ujar beliau.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perwakilan dari perangkat daerah terkait, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pendidikan dan perlindungan anak. Melalui coaching clinic ini, diharapkan terbentuk rencana aksi yang komprehensif dan aplikatif guna memastikan setiap anak di Tana Toraja memperoleh hak pendidikannya secara layak. (tim IKP)