Bupati Tana Toraja Resmikan Gedung Instansi Hemodialisis, Dorong Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan | Portal Berita
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja

Bupati Tana Toraja Resmikan Gedung Instansi Hemodialisis, Dorong Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan

🗂️ Umum | 📅 Published: 05 Feb 2025 👁️ Views: 185
TANA TORAJA - MAKALE UTARA, Pemerintah kabupaten Tana Toraja bersama Direktur RSUD Lakipadada meresmikan Gedung Instalasi Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada, pada Rabu (05/02/2025).

Peresmian ini dihadiri oleh Bupati Tana Toraja, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Para Kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten, Direktur RSUD Lakipadada, Perwakilan Direktur Rumah Sakit Umum Fatimah, Perwakilan Direktur Rumah Sakit Umum Sinar Kasih, dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, menyampaikan agar gedung instalasi hemodialisis RSUD Lakipadada dapat terpelihara dengan baik dan digunakan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa ke depan, seluruh fasilitas rumah sakit harus mendapat perhatian lebih agar mutu layanan kesehatan di Tana Toraja terus meningkat.

Gedung Instalasi Hemodialisis RSUD Lakipadada kini dilengkapi dengan delapan mesin dialisis, yang terdiri dari tujuh mesin reguler dan satu mesin khusus untuk dialisis infeksius. Hingga saat ini, layanan hemodialisis di rumah sakit tersebut telah menangani 140 pasien yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Enrekang, dan Mamasa.

Layanan ini didukung oleh tenaga medis yang terdiri dari satu dokter spesialis penyakit dalam ginjal dan hipertensi sebagai penanggung jawab, satu dokter umum fellowship hemodialisis sebagai dokter pelaksana, serta enam perawat bersertifikasi hemodialisis.

Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Tana Toraja serta pemotongan pita oleh Wakil Bupati, yang didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD Lakipadada.

Dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit ginjal di Tana Toraja dan sekitarnya semakin optimal, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan perawatan ke luar daerah.(tim IKP)