Studi Tiru Ke Banyumas, Tana Toraja Perkuat Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
TANA TORAJA-BANYUMAS, Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Tana Toraja, Ketua Tim Penggerak PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, SKM, M.Kes, bersama Sekretaris Daerah Tana Toraja, dr. Rudhy Andi Lolo, M.Kes, Sp.An, melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.
Kunjungan yang berlangsung pada 7-8 Mei 2025 ini turut diikuti oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketua DWP Tana Toraja serta sejumlah anggota PKK Kabupaten Tana Toraja.
Studi tiru ini difokuskan pada strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berhasil diterapkan di Banyumas. Dalam kesempatan tersebut, rombongan Tana Toraja melihat langsung proses pengolahan sampah, pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, serta peran aktif masyarakat dan PKK dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua TP PKK menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh dari studi tiru ini akan menjadi bahan evaluasi dan inspirasi dalam merancang program pengelolaan sampah di Tana Toraja, khususnya yang melibatkan peran PKK dan masyarakat.
βPengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama kaum ibu sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,β ujar Beliau.
Dengan studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Banyumas untuk diterapkan secara adaptif dan berkelanjutan di wilayahnya sendiri. (tim IKP)
Kunjungan yang berlangsung pada 7-8 Mei 2025 ini turut diikuti oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketua DWP Tana Toraja serta sejumlah anggota PKK Kabupaten Tana Toraja.
Studi tiru ini difokuskan pada strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berhasil diterapkan di Banyumas. Dalam kesempatan tersebut, rombongan Tana Toraja melihat langsung proses pengolahan sampah, pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, serta peran aktif masyarakat dan PKK dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua TP PKK menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh dari studi tiru ini akan menjadi bahan evaluasi dan inspirasi dalam merancang program pengelolaan sampah di Tana Toraja, khususnya yang melibatkan peran PKK dan masyarakat.
βPengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama kaum ibu sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,β ujar Beliau.
Dengan studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Banyumas untuk diterapkan secara adaptif dan berkelanjutan di wilayahnya sendiri. (tim IKP)