Sekda Tana Toraja Buka FGD Penyusunan RDTR dan Identifikasi Isu Pembangunan Berkelanjutan
TANA TORAJA - MAKALE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tana Toraja, dr. Rudhy Andi Lolo, Sp.An, M.Kes., membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tahap I dengan agenda Delineasi Wilayah Perencanaan dan Identifikasi Isu Pembangunan Berkelanjutan KLHS dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Tana Toraja, di Hotel Metro, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Sekda Tana Toraja didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tana Toraja, Yulieanti Sarah Mapaliey, S.T., M.T.
FGD ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RDTR Kabupaten Tana Toraja, khususnya untuk menentukan delineasi wilayah perencanaan sekaligus mengidentifikasi berbagai isu pembangunan berkelanjutan yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan tata ruang.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi dan keterlibatan seluruh pihak dalam penyusunan dokumen tata ruang agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah serta memberikan kepastian arah pemanfaatan ruang.
βPenyusunan RDTR harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, potensi daerah serta aspek lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,β ujar Sekda.
Ia berharap melalui FGD tersebut dapat diperoleh masukan dan data yang akurat dari berbagai pemangku kepentingan sehingga RDTR yang disusun nantinya dapat menjadi instrumen perencanaan yang efektif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tana Toraja.
Kegiatan ini turut diikuti oleh perangkat daerah dan pihak terkait yang memberikan masukan sesuai bidang dan kewenangannya masing-masing. (mis)
#RDTR #TataRuang #PemkabTanaToraja #DiskominfoTanaToraja #TanaTorajaMASERO
Kegiatan tersebut dibuka Sekda Tana Toraja didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tana Toraja, Yulieanti Sarah Mapaliey, S.T., M.T.
FGD ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RDTR Kabupaten Tana Toraja, khususnya untuk menentukan delineasi wilayah perencanaan sekaligus mengidentifikasi berbagai isu pembangunan berkelanjutan yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan tata ruang.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi dan keterlibatan seluruh pihak dalam penyusunan dokumen tata ruang agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah serta memberikan kepastian arah pemanfaatan ruang.
βPenyusunan RDTR harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, potensi daerah serta aspek lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,β ujar Sekda.
Ia berharap melalui FGD tersebut dapat diperoleh masukan dan data yang akurat dari berbagai pemangku kepentingan sehingga RDTR yang disusun nantinya dapat menjadi instrumen perencanaan yang efektif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tana Toraja.
Kegiatan ini turut diikuti oleh perangkat daerah dan pihak terkait yang memberikan masukan sesuai bidang dan kewenangannya masing-masing. (mis)
#RDTR #TataRuang #PemkabTanaToraja #DiskominfoTanaToraja #TanaTorajaMASERO